News
2016-12-15 02:53:55

Mengenal Parylene Coating Pengganti Cat Plastik Primer

AO-TEKNIK – Selain cat plastik primer, parylene juga sering digunakan sebagai pelapis atau coating pada plastik, logam dan beberapa bahan lainnya untuk memastikan cat menempel dengan baik dan tahan lama. Parylene merupakan nama umum untuk Poly-para-xylyneles Material ini pada dasarnya merupakan bentuk dari plastik film yang diterapkan dalam ruang hampa hingga berubah menjadi gas yang akan melapisi permukaan benda yang telah ditentukan.

Pengaplikasian parylene coating dilakukan pada suhu ruang dengan menggunakan peralatan vacuum khusus seperti Parylene P30, Parylene P120D, Parylene P260D dan Parylene P300 dari Diener Electronic yang mampu mengontrol tingkat dan ketebalan pelapis. Proses ini berlangsung pada tingkat molukeler. Secara sederhana peralatan khusus ini akan mengubah parylene menjadi gas kemudian membelas dan akhirnya akan mengendap sebagai polymer film bening yang melapisi setiap permuakaan yang diinginkan.

Parylene selalu digunakan setiap kali menginginkan lapisan tipis. Selain itu karena diaplikasikan dalam bentuk gas hasil akhir dari palapis parylene akan sempurna tanpa bercak atau retak yang sering terjadi pada pelapis yang diaplikasikan dalam keadaan cair. Keunggulan yang lain tentu saja karena bahan kimia ini merupakan biokompatibel sehingga dapat digunakan sebagai implan untung bidang kesehatan.

Secara umum ada dua jenis parylene yang digunakan secara luas yaitu:

Parylene N. N merupakan singkatan dari natural. Parylene jenis ini memiliki kekuatan dielektrik tertinggi kedua. Nilai konstanta dielektrik parylene jenis ini tergantung pada frekuensi yang diberikan. Jenis ini juga lebih efektif menembus celah dibandingkan jenis C karena aktivitas molekul selama deposisi lebih tinggi.

Parylene C. C merupakan singkatan dari chlorine atau klorin. Dinamakan demikian karena yang membuatnya berbeda dengan parylene N adalah parylene C memiliki atau klorin pada cincin benzene sehingga menghasilkan kombinasi yang baik pada tingkat kelembaban dan permeabilitas gas yang sangat rendah. Parylene jenis ini mengendap lebih cepat dari parylene N.

Selain kedua jenis parylene ada jenis pelapis parylene lain terutama jika akan dioperasikan terus menerus pada suhu udara yang lebih tinggi dari 1250 C. Namun tungkat deposisi untuk jenis ini secara signifikan lebih lambat. Industri juga lebih suka mengaplikasikan parylene N atau C karena secara biaya masih proporsional dengan hasil yang didapat dan merupakan pilihan yang logis.